Menjaga Kesehatan Kulit Saat Berada di Iklim Tropis

JakartaHits.id – Hidup di lingkungan beriklim tropis seperti Indonesia selain memiliki berbagai keuntungan, juga memiliki berbagai resiko buruk bagi kehidupan terutama bagi keshatan kulit.

Meila Putri Handayani, Marketing Skin Care Lead Unilever Indonesia menuturkan, bahwa hidup di iklim tropis dengan paparan sinar matahari secara berlebih dapat menimbulkan masalah bagi kulit masyarakat Indonesia, terutama karena radiasi sinar Ultraviolet (UV).

Menurut data BMKG, rata-rata indeks UV di Indonesia adalah 8-10 atau berada pada skala merah, yang artinya sangat berbahaya bagi kesehatan kulit.

Masalah yang sering muncul antara lain adalah kulit kering, sunburn, hiperpigmentasi, penuaan dini pada kulit, hingga yang terparah: kanker kulit, dimana 90% kasusnya disebabkan oleh paparan sinar matahari.

“Berbagai risiko ini membuat banyak orang cenderung ‘bersembunyi’ dari sinar matahari. Buktinya, survei Vaseline terhadap 1.000 orang perempuan menunjukkan bahwa 1 dari 2 perempuan memilih untuk membatasi aktivitas di luar ruangan karena khawatir akan kerusakan kulit,” terang Meila.

Kekhawatiran ini juga disertai kebiasaan yang kurang baik dalam memelihara kesehatan kulit, seperti mengabaikan penggunaan tabir surya atau sunscreen.

Faktanya, hanya kurang dari 3% konsumen Indonesia yang membeli sunscreen untuk tubuh mereka – antara lain karena menganggap semua tekstur sunscreen membuat kulit terasa lengket dan berminyak, atau percaya bahwa pakaian yang tertutup sudah cukup untuk menahan sengatan sinar matahari.

M. Akbar Wedyadhana, Sp.KK, FINSDV – Ketua PERDOSKI Cabang Jakarta menjelaskan bahwa kebiasaan kurang tepat lainnya adalah melakukan swamedikasi yang justru dapat memperparah kondisi kulit.

“karena Setiap orang memiliki kepekaan dan respons kulit yang berbeda terhadap sinar matahari, maka sangat penting untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis dari pada melakukan swamedikasi,” ujar dr. M. Akbar

Namun demikian dr. M. Akbar juga menyayangkan  akses yang masih sangat terbatas untuk masyarakat untuk berkonsultasi ke dokter kulit.

Menurut dr. M. Akbar,saat ini hanya ada sekitar 2.500 dokter kulit di Indonesia, sehingga rasionya dengan jumlah penduduk adalah 1 : 100.000 atau masih sangat jauh dari kondisi ideal, yaitu 1 : 2.000

dr. M. Akbar menambahkan, bahwa Sebanyak lebih dari 100 dokter spesialis kulit anggota PERDOSKI Cabang Jakarta siap menangani permasalahan kulit yang diderita masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya melindungi kesehatan kulit di tengah paparan sinar matahari.

Ia menyarabkan untuk menggunakan sunscreen, terutama di kulit tubuh, sebagai rutinitas mutlak untuk mencegah berbagai permasalahan kulit dengan melindungi kulit dari radiasi UVB ataupun UVA yang merugikan.”

dr. M. Akbar juga berbagi sejumlah tips pemilihan dan penggunaan sunscreen sebagai perlindungan yang tepat:

  • Memilih sunscreen dengan SPF minimal 30 berlabel Broad Spectrum (pa+++) untuk melindungi kulit dari radiasi UVB sekaligus UVA
  • Tetap menggunakan sunscreen meskipun cuaca mendung atau berada dalam ruangan
  • Memilih sunscreen dengan tekstur yang nyaman, mudah diserap kulit, dan tidak menghambat produksi keringat – sehingga bisa konsisten menggunakannya setiap hari

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button