Dibalik Julukan Sunrise of Java, Yuk Intip Beragam Keindahan Wisata Banyuwangi
JakartaHits.id – sejak dulu daerah wisata di ujung timur Pulau Jawa ini telah mejadi primodona bagi kalangan wisatawan, baik wisatawan local maupun manca negara
Hingga Kini berbagai area wisata beserta atraksinya memang tidak bisa diabaikan, mulai dari wisata alam, petualangan serta budaya, Banyuwangi menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.
Salah satu wisata alam terbaik Banyuwangi adalah Kawah Ijen yang terletak antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi.
Berada di ketinggian 2.368 mdpl dengan kaldera terluas di Pulau Jawa, Kawah Ijen juga memiliki keunikan yakni adanya blue fire atau api biru. Keindahan blue fire Kawah Ijen sudah terkenal hingga ke mancanegara.
Setiap harinya pada waktu dini hari sekitar pukul 01.00 hingga 04.00, dapat terlihat fenomena blue fire yang menjadi keindahan bagi setiap orang yang memandangnya.
Wisata lain yang juga menawarkan keindahan alamnya adalah Desa Wisata Tamansari yang terletak di kawasan bagian barat kota Banyuwangi, tepatnya 24 KM dari Kota, kecamatan Licin.
Desa Tamansari cukup dikenal sebagai Desa Wisata berbasis Smart Kampung sejak awal tahun 2016. Di Desa Tamansari, kamu bisa menikmati pemandangan alam yang memukau dan udara sejuk di kaki Gunung Ijen.
Desa Tamansari menawarkan pengalaman wisata yang autentik dengan homestay-homestay tradisional, perkebunan kopi, dan panorama alam yang memesona. Masyarakatnya yang ramah akan membuat Anda merasa seperti di rumah sendiri.
Ada satu lagi kawasan hutan gunung yang wajib dikunjungi, namanya De Djawatan Forest. Wisata alam ini menawarkan pemandangan alam yang unik dan berbeda dari kebanyakan destinasi wisata pada umumnya.
Kawasan ini dikelola Perum Perhutani dan sejak lama dikenal masyarakat sebagai hutan lindung. Nama De Djawatan sendiri dipilih sebagai pengingat kejayaan Perum Perhutani yang dulu bernama Djawatan Kehutanan.
De Djawatan yang berada di Desa Benculuk ini memiliki panorama alam berupa pohon-pohon trembesi yang rindang dengan batang pohon yang banyak ditumbuhi oleh lumut dan tumbuhan menjalar.
Ratusan pohon trembesi berusia 100-150 tahun yang menjulang gagah di area seluas 9 hektar. Pohon-pohon raksasa ini pula yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke De Djawatan Forest.
Selan menwarkan keindahan alam hutan dan pegunungan, Banyuwangi juga memiliki wisata pantai yang terkenal dengan kuliner ikan bakarnya.
Adalah Pantai Pantai Blimbingsari yang berada di kecamatan Rogojampi, terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Di Pantai ini ada banyak warung lesehan yang menjual ikan bakar dan makanan laut lainnya.
Menyantap ikan bakar setelah menikmati matahari terbit di Pantai Blimbingsari benar-benar meneguhkan slogan Banyuwangi sebagai the Sunrise of Java.
Selain lokasi-lokasi diatas, masih banyak destinasi lain yang wajib dikunjungi seperti Museum Blambangan. Wisatawan juga bisa menikmati beragam budaya seperti Tari Gandrung sambil menikmati kopi Kemiren yang khas.
Kemiren sesungguhnya adalah nama sebuah desa dengan perkebunan kopi yang memiliki tradisi minum kopi
Di desa ini masyarakat memiliki filsafat minum kopi “sekali seduh kita bersaudara”. Di desa Kemiren, pengunjung dipersilakan membuat kopinya sendiri mulai dari menyangrai, menumbuk dan menyaring biji kopi hingga praktek penyajian kopi yang benar.
Selain kopi Kemiren, ada beberapa jenis kopi lain khas Banyuwangi. Kopi khas Banyuwangi lainnya antara lain kopi lanang, kopi seblang, dan kopi pingit atau kopi lawas. Sayang jika kamu tidak membawa pulang kopi khas Banyuwangi ke rumah sebagai oleh-oleh.





