Wagub Rano Tegaskan Pentingnya Melestarikan Wayang Sebagai Warisan Budaya

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta

JakartaHits.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turut hadir dalam pertunjukan wayang kulit yang digelar di Plaza Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Jakarta yang akan segera menyongsong usia lima abad. Rano menyampaikan bahwa meski wayang hanya terdiri dari benda mati, ketika dimainkan dengan sepenuh hati, wayang mampu menyampaikan cerita tentang Indonesia termasuk kisah persahabatan dan keberagaman yang menyatukan bangsa.

Selain untuk memperingati HUT Jakarta, acara ini juga bertepatan dengan Hari Museum Internasional. Rano menekankan pentingnya kebanggaan terhadap keberadaan museum-museum di Jakarta, dan menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini jam operasional museum di kawasan Kota Tua diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB pada akhir pekan. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam melestarikan budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menjelaskan bahwa pagelaran ini merupakan hasil kerja sama dengan PEPADI Jakarta.

Acara tersebut menampilkan dua pertunjukan, yaitu wayang kulit Betawi dengan lakon Kumbakarna Gugur oleh Dalang Ki Sentanu Wijaya, serta wayang kulit Surakarta dengan kisah Ramayana oleh Dalang Ki H Gunarto Gunodipuro.

Sementara itu, Ketua PEPADI DKI Jakarta, Agus Joko Riyono, menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi dengan Pemprov DKI serta kehadiran langsung Wakil Gubernur Rano Karno. Ia menegaskan bahwa wayang merupakan kekayaan budaya bangsa, dan berharap Jakarta suatu hari memiliki ciri khas wayang sendiri.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan agar seni wayang tetap lestari dan dikenal generasi mendatang.

(Muhammad Sulton As Sakandayas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button