Sumbar Jadi Pionir Nasional Smart Province Berbasis Satu Data Kedaruratan

JakartaHits.id — Dalam beberapa tahun terakhir, Sumatera Barat menghadapi berbagai kejadian bencana yang berdampak signifikan terhadap masyarakat, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi.
Sepanjang 2025, tercatat ratusan kejadian bencana yang menguji kecepatan respons dan efektivitas pemulihan layanan publik. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan sistem pelayanan publik dan kedaruratan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data sebagai fondasi menuju provinsi yang berketahanan.
Dalam semangat bangkit dan berbenah bersama, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Citiasia Inc dan Trada menginisiasi kolaborasi strategis untuk mendorong percepatan implementasi smart city menuju smart province Sumatera Barat.
Langkah besar ini menandai Sumatera Barat sebagai Provinsi Pertama di Indonesia yang melakukan Integrasi Satu Data Kedaruratan dan Integrasi Warning System yang terhubung langsung secara Nasional.
Sinergi Multi-Pihak dan Standarisasi Layanan
Kolaborasi ini menekankan pentingnya sinergi multi pihak dalam membangun ekosistem layanan yang terintegrasi, mencakup penguatan tata kelola, koordinasi lintas instansi, serta standarisasi pelayanan publik agar lebih cepat, responsif, dan merata di seluruh wilayah.
Integrasi Satu Data Kedaruratan menjadi fondasi dalam memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Melalui sistem ini, Sumatera Barat memimpin transformasi digital dalam manajemen krisis dengan memastikan:
Layanan 112 sebagai kanal utama bantuan darurat yang terhubung langsung dengan seluruh perangkat daerah.
Integrasi Warning System yang tersinkronisasi dengan jaringan nasional, memungkinkan peringatan dini tersampaikan secara real-time ke seluruh pelosok daerah.
Mempercepat Konsep Smart Province lewat penyusunan Masterplan Smart City di seluruh kabupaten/kota sebagai landasan strategis pembangunan sistem layanan publik yang terstandar.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM, menegaskan posisi strategis Sumatera Barat sebagai pionir.
“Kata kunci-nya kolaborasi. Kita tidak hanya sekadar mengadopsi teknologi, tetapi menjadi provinsi pertama yang berani melakukan integrasi data kedaruratan dan warning system ke level nasional. Ini adalah bentuk nyata perlindungan pemerintah terhadap warga,” ujarnya.
Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, BBA, turut menegaskan bahwa transformasi ini adalah kebutuhan mendesak. “Pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan layanan yang transparan dan responsif. Dengan integrasi nasional ini, kita tidak lagi bekerja dalam sekat-sekat wilayah.”
CEO Citiasia Inc, Fitrah R. Kautsar, menambahkan bahwa pembangunan smart province Sumatera Barat akan menjadi barometer baru di Indonesia. “Pencapaian sebagai provinsi pertama yang mengintegrasikan sistem kedaruratan secara nasional membuktikan bahwa Sumatera Barat siap menghadapi risiko masa depan dengan infrastruktur data yang tangguh.”
Chief of Business Development Trada, Hari Fridayanto, menjelaskan sisi teknis keunggulan sistem ini. “Layanan 112 di Sumatera Barat kini bukan sekadar nomor telepon, melainkan pusat syaraf informasi yang terhubung dengan sistem peringatan nasional, menjamin respon lintas instansi yang lebih presisi.”
Menuju Percontohan Global
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Barat, jajaran Kementerian Komunikasi dan Digital, serta para Kepala Dinas Kominfo, Bappeda, dan BPBD dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Ke depan, kolaborasi ini akan difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan model implementasi yang dapat direplikasi secara nasional maupun global. Melalui sinergitas ini, Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bangkit, tetapi juga menjadi pemimpin dalam mewujudkan smart province yang memiliki ketahanan kuat terhadap tantangan layanan publik dan risiko kedaruratan.




