Kopi Cibeling “Koling” Potensi Penguatan Produk Khas Desa Cinagara

JakartaHits.id – Kopi Cibeling atau “Koling” kini menjadi ikon kebanggaan Desa Cinagara, Kabupaten Bogor, yang sukses memperluas jangkauan distribusi hingga pasar mancanegara seperti Iran. Komoditas unggulan ini lahir dari ketangguhan petani penggarap di kaki Gunung Gede Pangrango sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan pasar serta penguatan ekonomi kerakyatan secara mandiri.

Komoditas ini dikelola melalui koperasi dan Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan mengedepankan kualitas ketelitian hulu ke hilir yang proporsional. Standar pengolahannya terdiri dari 30% penanganan pascapanen, 30% pengolahan green bean, 30% roasting, dan 10% penyajian akhir, dengan keunggulan cita rasa yang fleksibel serta dapat disesuaikan (customizable) bagi kebutuhan barista maupun roaster.

Baca Juga: Sejarah dan Dedikasi Wisata Alam Pangrango: Jejak Pensiunan Guru Mendirikan Wisata Alam Pangrango

Prospek cerah Kopi Cibeling semakin dikuatkan oleh adanya intervensi nyata berupa bantuan mesin pengolahan dan dukungan dana dari lembaga strategis. Bantuan tersebut melibatkan SNV (Stichting Nederlandse Vrijwilligers), Dompet Dhuafa, serta Proyek PAHALA yang berfokus pada pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Hulu melalui pendekatan agroforestri.

Keberhasilan ini berakar dari titik balik setelah krisis pada periode 2019–2021, di mana para petani menghadapi anjloknya harga kopi drastis serta hasil panen yang terbengkalai akibat ulah tengkulak. Merespons kondisi pelik tersebut, inisiatif bersama melalui pembentukan koperasi dan KTH resmi dilakukan pada tahun 2022 guna memutus rantai kerugian dan memberikan kepastian harga jual yang adil.

Baca Juga: Sinergi Pendidikan dan Pemberdayaan: Cara Pensiunan Guru Rangkul Alumni Kelola Wisata Alam Pangrango

Namun, pengembangan produk khas ini menghadapi tantangan nyata berupa keterbatasan lahan produksi karena berada di bawah naungan kawasan konservasi TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango).

“Kopi Colling ini asli kopi dari masyarakat… Harapan kita dari pihak pemerintah dan juga pihak-pihak lainnya, bantu kita dalam hal penambahan ilmu dalam pengolahan kopi ini, terus dorong juga dari pemasarannya.” Ujar Suhendar (Sekretaris Koperasi). Harapan dari wawancara tersebut menegaskan kondisi sulit dan keterbatasan, membuat produksi bersifat musiman dan rentan, namun Kopi Cibeling tetap kokoh berdiri sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Desa Cinagara.

Sesi wawancara bersama Kang Suhendar (Sekretaris koperasi) mengenai produk kopi khas Kampung Cibeling. Image: JH/Aishka

Situasi yang dihadapi oleh masyarakat pengelola “Koling” Desa Cinagara,  menunjukan bahwa bantuan ini diperlukan untuk keberlangsungan Produk Khas untuk tetap bisa aktif dan terus memproduksi lebih baik lagi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button