Kebakaran Gedung Kantor Terra Drone, Damkar Ingatkan Risiko Bangunan Bertingkat

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran gedung perkantoran paling fatal di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir dan menewaskan puluhan orang.

JakartaHits.id – Kebakaran hebat melanda gedung kantor PT Terra Drone Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2025). Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran gedung perkantoran paling fatal di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir dan menewaskan puluhan orang.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 29 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 101 personel untuk memadamkan api serta mengevakuasi korban dari gedung bertingkat tersebut. Proses pemadaman berlangsung berjam-jam karena api cepat menjalar ke hampir seluruh bagian bangunan.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran berkaitan dengan baterai litium yang tersimpan di bagian bawah gedung.

“Masih dalam penyelidikan. Karena jenisnya baterai litium, di bawah, mungkin perlu evaluasi kembali,” ujar Bayu kepada wartawan, dikutip dari (Detik.com).

Kronologi dan Dugaan Penyebab Teknis

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 12.40 WIB, dengan dugaan kuat bersumber dari thermal runaway pada baterai lithium polymer (LiPo) yang tersimpan di lantai dasar. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menjelaskan bahwa baterai jenis ini membutuhkan perhatian khusus, terutama karena lokasi penyimpanannya di bagian bawah gedung. Karakteristik kimiawi baterai LiPo, yang mampu menghasilkan oksigen secara mandiri saat terbakar, menyebabkan upaya pemadaman awal oleh karyawan dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) standar tidak memberikan hasil yang efektif.

Mekanisme Kematian: Efek Cerobong dan Jalur Evakuasi Tertutup

Sebagian besar dari 22 korban jiwa kehilangan nyawa akibat asfiksia, yaitu kekurangan oksigen dan menghirup asap beracun. Penyelidikan mendapati adanya fenomena “Efek Cerobong” atau Stack Effect, di mana asap beracun dari lantai dasar dengan cepat naik ke lantai atas melalui poros tangga dan lift yang tidak dilengkapi sistem pressurisasi.

Petugas lapangan menyoroti lemahnya fasilitas keselamatan bangunan

Bangunan yang memiliki ukuran sekitar 4×15 meter seharusnya hanya memiliki 4 lantai, namun telah dimodifikasi menjadi 7 lantai. Hal ini diperburuk dengan minimnya tata ruang untuk keselamatan, termasuk ukuran tangga yang kecil, ungkap Pak Pramono. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa meskipun gedung tersebut memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak 2014 dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sejak 2015, ditemukan pelanggaran serius dalam penerapan keselamatan. Kepala DCKTRP, Vera Revina Sari, menegaskan pentingnya jalur evakuasi tetap bebas dari hambatan. Namun, kenyataannya area ini sering digunakan untuk menyimpan barang atau bahkan pintu darurat ditemukan dalam kondisi terkunci.

Penegakan Hukum dan Dugaan Sabotase di Sumatera

Sebagai tindak lanjut dari tragedi yang terjadi, kepolisian telah menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wishnu Wardana (MW), sebagai tersangka. Penetapan ini terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan bukti awal yang dinilai cukup untuk menetapkan status tersangka. Dalam proses penyelidikan, muncul spekulasi bahwa kebakaran tersebut merupakan tindakan sabotase yang ditujukan untuk memusnahkan data terkait deforestasi dan pemetaan lahan kelapa sawit di Sumatera, yang berada dalam pengelolaan perusahaan tersebut. Namun, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menepis rumor tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan sabotase tersebut. Lebih lanjut dijelaskan bahwa area penyimpanan dokumen di lantai atas tidak terbakar secara langsung, melainkan hanya terkena dampak uap panas dari kebakaran.

Pembanding : Damkar Pernah Alami Kendala di Gedung Lain.

Selain kasus Terra Drone, Damkar DKI Jakarta sebelumnya juga pernah menyoroti tantangan pemadaman dan evakuasi di gedung bertingkat lain di Jakarta. Pada kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat, Januari 2025, petugas Damkar mengalami kesulitan saat proses pencarian korban.

“Petugas pemadam mengalami kesulitan mencari dan mengevakuasi korban karena banyak sekat ruangan dan puing yang menghambat,” kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syarifudin, dalam keterangannya, dikutip dari (ANTARA News).

Dalam kasus tersebut, Damkar juga menjelaskan bahwa material bangunan menjadi salah satu faktor yang mempercepat perambatan api di gedung bertingkat.

Peringatan untuk Keselamatan Gedung Perkantoran

Kebakaran gedung kantor PT Terra Drone di Kemayoran menjadi pengingat serius akan tingginya risiko kebakaran di bangunan perkantoran bertingkat di Jakarta. Dugaan keterlibatan baterai litium serta cepatnya api menjalar menunjukkan pentingnya pengelolaan material berisiko dan sistem pengamanan gedung yang memadai.

Pengalaman Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dalam menangani kebakaran gedung lain juga memperlihatkan bahwa struktur bangunan, sekat ruangan, dan material interior kerap menjadi kendala dalam proses pemadaman dan evakuasi. Peristiwa ini menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap standar keselamatan gedung agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

(SYS & DEU)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button