Wakil Ketua DPRD Minta RSUD DKI Ganti Nama menjadi RS Internasional

Wakil ketua DPRD Jakarta bersama Gubernur Jakarta mendukung perubahan nama RSUD DKI jadi RS Internasional

JakartaHits.id – Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan rencana perubahan nama rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta menjadi ‘Rumah Sakit Internasional’ harus disertai peningkatan kualitas layanan, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

“Namun, penting untuk memastikan bahwa perubahan nama ini diikuti dengan peningkatan nyata dalam kualitas layanan, infrastruktur, dan sumber daya manusia, agar tidak hanya menjadi perubahan kosmetik semata,” ujar Wibi Andrino kepada Wartawan, Sabtu (19/4).

Wibi juga diketahui mendukung inisiatif Gubernur Jakarta saat ini yakni Pramono Anung terkait rencana perubahan nama rumah sakit tersebut.

Wibi menilai langkah ini cukup menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jakarta.

“Saya mendukung inisiatif Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi ‘Rumah Sakit Internasional’. Langkah ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam meningkatkan citra dan kualitas pelayanan kesehatan di Jakarta,” ujar Wibi Andrino.

Tidak hanya itu, Wibi juga mengatakan masyarakat akan lebih percaya dan bangga terhadap fasilitas kesehatan di daerah.

Harapannya transformasi ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang setara dengan rumah sakit internasional.

“Dengan penjenamaan ini, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan bangga terhadap fasilitas kesehatan milik daerah, serta mendorong peningkatan standar pelayanan yang setara dengan rumah sakit bertaraf internasional,” ujar Wibi Andrino.

“Dengan demikian, transformasi ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi warga Jakarta dan memperkuat sistem kesehatan publik secara keseluruhan,” imbuhnya.

Sementara Gubernur Jakarta, Pramono Anung berencana mengganti nama RSUD menjadi ‘Rumah Sakit Internasional’.

Menurutnya, penggunaan nama RSUD dapat menurunkan penilaian terhadap rumah sakit tersebut.

“Dalam rapat saya memutuskan ‘udah nggak boleh lagi pakai kata RSUD’ karena memakai kata RSUD itu mengecilkan diri sendiri,” tutur Pramono dalam Halalbihalal dengan Muhammadiyah DKI Jakarta di Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4). (Asti Febriani)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button