Kuliah Empat Tahun, Raih Dua Gelar?! BINUS dan SCUT Buka Program Joint Degree

JakartaHits.id – BINUS University meluncurkan program Joint Degree Global Business Chinese bersama South China University of Technology (SCUT), Tiongkok, untuk memperluas peluang mahasiswa berkarier di pasar global. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan menempuh pendidikan di dua negara dan memperoleh gelar akademik dari kedua perguruan tinggi.

Program tersebut diluncurkan di BINUS @Kemanggisan, Kampus Anggrek, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kolaborasi ini menyasar kebutuhan industri yang semakin membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan bahasa asing, pemahaman lintas budaya, serta pengetahuan bisnis internasional.

Program Joint Degree menggunakan skema pembelajaran 2+2. Mahasiswa menjalani dua tahun pertama di BINUS University sebelum melanjutkan dua tahun berikutnya di SCUT, Guangzhou, Tiongkok.

Mahasiswa yang memenuhi persyaratan berkesempatan memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.) dari BINUS University dan Bachelor of Arts (B.A.) dari SCUT. Skema ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal langsung lingkungan akademik dan dunia bisnis di Tiongkok.

Program ini memiliki persyaratan akademik dan kemampuan bahasa. Peserta merupakan mahasiswa aktif Global Business Chinese mulai angkatan BINUSIAN 2029 yang telah menyelesaikan empat semester dengan minimal 84 SKS di BINUS University. Mereka juga harus memiliki kemampuan bahasa Mandarin setara HSK Level 5 sesuai ketentuan SCUT.

Head of Global Business Chinese BINUS University, Dr. Jureynolds, mengatakan kemampuan bahasa Mandarin perlu diimbangi dengan pemahaman budaya dan bisnis agar dapat diterapkan dalam lingkungan profesional.

“Melalui Global Business Chinese, kami ingin mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya menguasai bahasa Mandarin, tetapi juga memahami budaya dan bisnis internasional,” ujarnya.

Menurut Jureynolds, kesempatan belajar langsung di Tiongkok dapat membantu mahasiswa memperluas jejaring dan mendapatkan pengalaman internasional sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Kebutuhan terhadap kompetensi tersebut juga turut dibahas dalam diskusi bersama Director of Huawei Technologies, Mohamad Rosidi dan pengusaha sekaligus konten kreator, Steven Howard. Diskusi menyoroti pentingnya komunikasi lintas budaya, pemahaman karakteristik mitra bisnis, serta kemampuan membangun hubungan profesional di tengah perkembangan industri global.

Steven Howard membagikan pengalamannya selama 13 tahun tinggal dan menempuh pendidikan di China sebelum membangun bisnis di negara tersebut. Ia juga terlibat dalam kegiatan yang menghubungkan pengusaha Indonesia dengan ekosistem bisnis China, termasuk melalui perjalanan bisnis ke Shenzhen dan Beijing.

Dari sisi lokasi pendidikan, Guangzhou menjadi salah satu daya tarik program karena merupakan pusat ekonomi dan bisnis China yang memiliki kedekatan dengan kawasan teknologi Shenzhen serta Hong Kong. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik, tetapi juga mengenal perkembangan industri dan dinamika bisnis internasional secara langsung.

Melalui kolaborasi ini, BINUS University dan SCUT berupaya mempersiapkan lulusan dengan kemampuan bahasa, pemahaman lintas budaya, dan kompetensi bisnis yang dapat mendukung peluang karier di tingkat global.

(Sulton)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button