Dorong Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kemitraan Internasional dan Kesejahteraan Guru
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan sambutan pada Konferensi Pendidikan Internasional Asia Pasific di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (13/10).
JakartaHits.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas melalui penguatan kerja sama lintas negara. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa penyesuaian terhadap perkembangan zaman memerlukan kolaborasi global serta dukungan penuh bagi para tenaga pendidik agar potensi peserta didik dapat berkembang maksimal.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam Konferensi Pendidikan Internasional Asia-Pasifik yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (13/10). Mengusung tema “Organization for Power: Education Unions Shaping the Future of the Education in the Asia Pacific Region”, forum ini menekankan peran strategis serikat pendidikan dalam merancang arah masa depan dunia pendidikan.
Pramono menegaskan bahwa setiap anak berhak atas akses pembelajaran, tumbuh kembang, dan pencapaian cita-cita. Menurutnya, perumusan kebijakan di sektor ini harus berbasis pada aspirasi masyarakat dan data yang kredibel.
Baca Juga : Embung Kebagusan Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Kurangi Risiko Banjir Jakarta Selatan
Sebagai langkah nyata, Pemprov DKI Jakarta terus menyalurkan berbagai program bantuan pendidikan, seperti KJP Plus, KJMU, hingga beasiswa LPDP. Di samping itu, perbaikan infrastruktur terus berjalan melalui rehabilitasi 19 gedung sekolah serta perluasan akses program sekolah gratis, yang juga mencakup dukungan bagi para pendidik di sekolah swasta.
Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, Pramono menyambut terbuka peluang kemitraan dengan institusi pendidikan, universitas, maupun lembaga internasional. Langkah ini sejalan dengan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta yang kini menyentuh angka 85,05—paling tinggi di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono memberikan apresiasi kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas konsistensinya memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan kerja, serta profesionalisme guru.
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, menambahkan bahwa forum internasional yang menempatkan Jakarta sebagai tuan rumah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antarpendidik dari seluruh kawasan. Ia meyakini bahwa pemenuhan hak dan kesejahteraan guru secara langsung akan meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.





