Ratusan Warga Tasikmalaya Mengamuk dan Hancurkan Fasilitas Tambang Ilegal di Wilayah Mereka
Masyarakat tak terima adanya aktivitas tambang ilegal di daerah mereka
JakartaHits.id – Video yang viral di media sosial TikTok memperlihatkan ratusan warga di Desa Cidadap, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengamuk dan menghancurkan fasilitas tambang ilegal pada Jumat (16/5).
Video berdurasi 1 menit 47 detik tersebut menampilkan aksi warga yang merusak lokasi galian pasir ilegal yang berdekatan dengan sungai besar, termasuk membakar bangunan semi permanen dan menggunakan alat berat untuk menutup lokasi.
Dalam video tersebut, warga terlihat mengambil alih kemudi alat berat untuk menghancurkan segala aktivitas tambang pasir ilegal.
Aksi unjuk rasa ini sebelumnya dilakukan oleh warga pada Rabu (14/5) malam, sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan tambang pasir ilegal di lingkungan mereka, terutama yang berada dekat pesisir pantai.
Warga meminta kepada pengusaha untuk meninggalkan lokasi tersebut atau menghancurkan sarana pendukung tambang pasir ilegal.
Dalam video tersebut, terlihat bahwa aksi ratusan warga itu mendapatkan pengawalan dari petugas Kepolisian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, membenarkan kejadian tersebut.
“Jadi itu kejadiannya Rabu malam kemarin, sekarang kondisinya sudah aman dan kondusif. Lokasi tambang ilegal itu ditutup usai dirazia polisi beberapa waktu lalu,” ujar Ridwan kepada wartawan, Jumat sore.
Ridwan menjelaskan bahwa saat tambang pasir ilegal ditutup karena tidak memiliki izin resmi, pengusaha diminta oleh warga untuk melakukan reklamasi, mengingat kekhawatiran akan bencana alam, terutama di musim hujan.
Namun, pengusaha malah memanfaatkan situasi tersebut dengan kembali menambang pasir dan menjualnya ke truk-truk, hingga terjadi antrean panjang dengan dalih operasional untuk reklamasi.
“Jadi dalihnya itu untuk operasional reklamasi saat diminta warga, pemilik galian itu malah menjual pasir lagi dan beroperasi. Sampai akhirnya kejadian itu,” tambah Ridwan.
Setelah difasilitasi oleh Kepolisian, galian pasir ilegal tersebut ditutup dan dipasang garis polisi di lokasi kejadian. Saat ini, masyarakat merasa kondusif karena galian pasir ilegal tersebut sudah tidak beroperasi lagi.
“Iya, sudah selesai, sudah aman. Galian pasir itu sudah tidak beroperasi lagi dan penanganan kasusnya masih di Kepolisian,” tutup Ridwan.
(Asti Febriani)



