Kemenparekraf Dorong Inovasi Jamu Tradisional dalam Festival Jamu 2025
Dorong industri kreatif, kemenparekraf angkat jamu tradisional di festival 2025
JakartaHits.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadirkan inovasi produk jamu agar lebih sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern. Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif dalam sambutannya di ajang Festival Jamu 2025 yang digelar di Jakarta.
Festival ini menjadi ajang apresiasi terhadap warisan budaya jamu tradisional sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pelaku industri herbal, akademisi, hingga generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenparekraf menekankan pentingnya memadukan warisan leluhur dengan pendekatan modern—baik dari segi kemasan, rasa, hingga strategi pemasaran digital.
“Generasi muda saat ini membutuhkan produk yang tidak hanya sehat, tapi juga praktis dan memiliki nilai estetika, di sinilah inovasi berperan penting untuk menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup kontemporer,” ujar Deputi Kemenparekraf dalam sambutannya.
Kemenparekraf juga mengajak pelaku UMKM jamu untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan agar produk mereka bisa naik kelas, masuk pasar ekspor, dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata serta ekonomi kreatif nasional. Kolaborasi dengan influencer, pengemasan berstandar global, dan eksplorasi varian baru jamu turut menjadi sorotan dalam agenda diskusi panel.
Festival Jamu 2025 diikuti lebih dari 100 pelaku usaha jamu dari seluruh Indonesia dan menampilkan sesi demo, diskusi, hingga bazar produk lokal. Kegiatan ini diharapkan mendorong kebangkitan industri jamu berbasis budaya, sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai pusat wellness berbasis rempah.
(Rahim Al Awal)





