Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Pelestarian Aksara Kawi

JakartaHits.id – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama para pegiat Aksara Kawi dari Yayasan Satria Lelaku Nusantara di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas berbagai upaya memperkuat pelestarian Aksara Kawi melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pengembangan ekosistem digital sebagai ruang bersama bagi para pegiat aksara.
Dalam pertemuan tersebut, La Nyalla Mahmud Mattalitti selaku pembina Yayasan Satria Lelaku Nusantara menyampaikan rencana pengembangan portal Aksara Kawi sebagai wadah yang menghubungkan berbagai komunitas dan memperluas ruang pelestarian aksara di era digital.
Menurutnya, kehadiran portal tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan pelestarian Aksara Kawi secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami akan membangun Portal Aksara Kawi sebagai ruang bersama untuk menghimpun komunitas, memperluas kolaborasi, dan memperkuat upaya pelestarian Aksara Kawi,” ujar La Nyalla.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Redaksi Portal Aksara Kawi, Rachmad Setiawan, memaparkan inisiatif pendirian Portal Aksara Kawi oleh komunitas Satria Lalangkusantara yang dirancang sebagai pusat informasi sekaligus simpul kolaborasi bagi komunitas, akademisi, pegiat, pemerintah, hingga industri budaya.
Dirinya menjelaskan bahwa portal tersebut juga diharapkan mampu mendorong pengembangan UMKM berbasis Aksara Kawi, memperkuat kajian manuskrip, mendukung kaderisasi pegiat, serta menjadi bagian dari ekosistem digital pelestarian budaya.
“Portal media ini diharapkan dapat menjadi rumah bersama bagi komunitas Aksara Kawi yang mampu menyinergikan berbagai pihak dalam memajukan pelestarian aksara,” kata Wawan.
Menanggapi paparan tersebut, Menbud Fadli Zon mengapresiasi berbagai upaya pelestarian Aksara Kawi yang diinisiasi oleh komunitas.
Menurutnya, Aksara Kawi sebagai salah satu aksara yang ada di Indonesia merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan yang perlu terus dijaga dan dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi segala bentuk upaya pemajuan kebudayaan, apalagi yang berkaitan dengan bahasa dan aksara sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan,” ujar Menbud.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan saat ini juga tengah mendorong pengusulan aksara ke UNESCO.
Menurutnya, Aksara Kawi memiliki peluang untuk diusulkan melalui skema joint nomination karena jejak penggunaannya juga ditemukan di Filipina, Thailand Selatan, dan Kamboja Selatan. Selain itu, pengusulan melalui skema urgent safeguarding juga dapat menjadi alternatif mengingat Aksara Kawi merupakan aksara yang keberlangsungannya perlu terus dijaga.
Menbud turut mengusulkan penyusunan ensiklopedia aksara Nusantara sebagai salah satu upaya memperkuat dokumentasi dan pemajuan aksara-aksara yang berkembang di Indonesia. Selain itu, Kementerian Kebudayaan mendukung rencana penyelenggaraan Kongres Aksara Kawi pada tahun 2027 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan Aksara Kawi.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan komunitas, pelestarian Aksara Kawi diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan serta menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong berbagai inisiatif yang memperkuat pemajuan kebudayaan Indonesia melalui pelestarian bahasa, aksara, dan tradisi sebagai bagian dari Objek Pemajuan Kebudayaan.





