Danantara Indonesia Siap Teken Kontrak Rp 70 Triliun dengan KBR Inc. untuk Bangun 17 Kilang Modular

Danantara–KBR Inc. siap teken kontrak Rp 70 triliun bangun 17 kilang modular

JakartaHits.id – Lembaga dana investasi negara, Danantara Indonesia, mengumumkan kesiapan penandatanganan kontrak kerja sama senilai US$ 4,6 miliar (sekitar Rp 70 triliun) dengan perusahaan rekayasa dan konstruksi asal Amerika Serikat, KBR Inc., untuk pembangunan 17 kilang minyak modular di berbagai wilayah Indonesia, Jakarta (28/7/25).

Kesepakatan strategis ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian perdagangan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang bertujuan mendorong transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah industri energi nasional.

“Kerja sama ini akan menjadi terobosan besar dalam mempercepat hilirisasi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar CEO Danantara Indonesia, Dimas Raharja, dalam konferensi pers di Jakarta.

Kilang modular akan dibangun secara bertahap mulai akhir 2025, dengan kapasitas produksi bervariasi antara 5.000–20.000 barel per hari.

Proyek ini akan melibatkan mitra lokal dalam proses konstruksi dan operasi, serta didukung teknologi ramah lingkungan dari KBR Inc.

Kementerian Keuangan memperkirakan proyek ini dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,5 poin persentase, berkat peningkatan investasi, serapan tenaga kerja, serta penurunan ketergantungan pada impor BBM.

“Ini bukan sekadar proyek energi, tetapi investasi strategis jangka panjang yang akan mengakselerasi pembangunan kawasan dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Kesepakatan ini juga mendapat perhatian dari pelaku pasar dan komunitas investasi, mengingat Danantara Indonesia baru dibentuk pada awal 2025 sebagai sovereign wealth fund generasi baru yang berorientasi pada proyek bernilai tambah tinggi.

Langkah Selanjutnya, penandatanganan final dijadwalkan berlangsung bulan Agustus 2025 di Washington, D.C., dan akan disaksikan langsung oleh pejabat tinggi kedua negara. Proyek kilang pertama ditargetkan mulai konstruksi pada kuartal I tahun 2026.

(Rahim Al Awal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button